PSB SMAN 7 Yogyakarta

Informasi Penerimaan Siswa Baru SMAN 7 Yogyakarta

July 5, 2007: Wawacara dengan Alumni

dsc02306.JPGWawancara kami kali ini adalah dengan kakak kelas kami, yang sekarang telah menjadi alumni. Mereka berempat sengaja datang ke sekolah untuk melihat pelaksanaan PSB yang berlangsung di SMA N 7 Yogyakarta tercinta. Mereka mengatakan bahwa sistem Real Time Online yang sekarang digunakan sangat berbeda dengan yang mereka alami dulu sewaktu akan masuk ke SMA N 7 Yogyakarta. Tetapi banyak kelebihan dengan menggunakan sistem online, antara lain pendaftar tidak lagi disibukkan dengan harus lari kesana kemari, hanya dengan duduk diam pun informasi dapat diperoleh dengan sangat mudah. Apalagi sistem ini memungkinkan pendaftar dapat memilih 3 sekolah sekaligus sebagai sekolah pilihan masing-masing. Sehingga kesempatan diterima di sekolah negeri semakin terbuka lebar.
Tetapi menurut Theo, kelemahannya adalah jika siswa tidak masuk pada sekolah yang tepat, atau dengan kata lain hanya lemparan dari sekolah pilihan pertama, akan berdampak pada kondisi psikis siswa itu sendiri.
Fasilitas yang diberikan oleh SMA N 7 Yogyakarta sendiri menurutnya sangatlah keren. Dengan banyaknya unit komputer yang disediakan semakin menambah daya tarik bagi calon siswa yang akan mendaftar di SMA N 7 Yogyakarta, dan juga semakin menambah kemudahan mengakses internet untuk mengetahui perkembangan yang up to date.
Pesan yang diberikan kepada SMA N 7 Yogyakarta adalah supaya dapat meningkatkan lagi mutu pelayanan bukan secara kuantitas tapi juga secara kualitas. Dan menurutnya, pelayanan yang sekarang sudah sangat cukup memuaskan, sehingga harapan kedepan pelayanan minimal adalah sama dengan tahun ini, syukur bisa lebih. Selamat dan sukses untuk SMA N 7 Yogyakarta.

 

July 5, 2007: PSB 2nd day

SMA N 7 Yogyakarta hari ini telah memasuki hari ke-2 pelaksanaan PSB online. Pada hari pertama hanya sekitar 81 siswa yang telah mendaftar. Sebenarnya banyak wali murid dan calon pendaftar yang telah mengunjungi SMA N 7 Yogyakarta, tetapi tidak semua mendaftarkan diri. Beberapa hanya memantau situasi dan rentang nilai.

Menurut pemantauan TIM Koran Seveners, pengunjung yang datang ke SMA N 7 Yogyakarta sangatlah puas dengan pelayanan yang diberikan serta fasilitas yang lengkap yang tidak didapatkan di tempat lain. Selain dilengkapi dengan 8 unit komputer yang dapat digunakan oleh seluruh pengunjung, terdapat pula 2 buah LCD yang selalu mengupdate hasil PSB online. Tak hanya itu saja, di area SMA N 7 Yogyakarta telah dilengkapi dengan sarana hotspot yang memungkinkan para pengunjung dapat mengakses internet dengan sangat mudah dan fleksibel.

Disamping itu semua, garda depan yang penuh dengan keramahan akan selalu siap sedia melayani pendaftar dengan baik. Mulai dari pendaftaran peserta, sampai nanti ketika calon siswa mulai daftar ulang.

Pendaftaran peserta PSB online kali ini akan berlangsung dari tanggal 4 sampai dengan 6 Juli 2007. Dibuka mulai pukul 08.00 sampai penutupan pukul 13.00, khusus hari jum’at hanya dilayanai sampai pukul 11.00.

SMA N 7 Yogyakarta sendiri memiliki daya tampung 216 siswa, yang nantinya akan menjadi 6 kelas. Quota calon siswa dari luar kota Yogyakarta adalah sebesar 20% atau sekitar maksimal 43 siswa saja.

July 5, 2007: Wawancara dengan Orang Tua dan Calon Siswa

Berdasarkan pengamatan anggota Koran Seveners pada hari kedua PSB di SMA 7, siswa yang mendaftar belum memenuhi kuota (216 siswa). Banyak siswa yang hanya melihat-lihat saja. Alasannya, mereka masih mau memantapkan diri dan melihat prospek SMA pilihan masing-masing.

Seperti yang diungkapkan oleh Lita yang berasal dari SMP N 2 Bantul (Nilai UAN 27,87). Dia baru memasukkan formulirnya pada hari ini karena hari sebelumnya dia masih mengamati pergeseran nilai yang terdapat di SMA 7 Yogyakarta yang merupakan pilihan pertamanya. Dia mendaftar di SMA 7 karena lokasinya dekat dan tempatnya strategis .Mengenai RTO sendiri, Lita berpendapat bahwa sistem ini lebih transparan dan praktis karena dia bisa memantau perkembangan nilai yang ada. Apabila memakai sistem rayon, pendaftar akan lebih repot karena harus mencabut formulirnya kesana-kemari.

July 5, 2007: 2nd Day PSB

Pukul 11.40 WIB, pendaftar yang tercatat di SMA 7 sudah mencapai 161 orang(nilai terendah 21,20) dengan 43 pendaftar yang berasal dari luar kota (dengan jumlah nilai terendah luar kota 26,60).

Wawancara yang dilakukan oleh anggota koran seveners terus berlanjut. Kali ini kami berhasil mewawancarai seorang siswa bernama Prima(27,20) yang berasal dari SMP 9 Yogyakarta. Prima yang baru memasukkan formulir pendaftaran pada hari ini di SMA 7 mengaku masih memikirkan SMA mana yang terbaik untuk dirinya. Saat ditanya komentarnya mengenai Sistem RTO, dia mengatakan bahwa sistem tersebut memang sudah bagus karena pihak pendaftar bisa memantau pergeseran nilai dari jauh.

SMA 7 sendiri telah berusaha menyediakan fasilitas pendaftaran yang memuaskan karena telah menyediakan 8 unit komputer yang dilengkapi fasilitas hotspot. Selain itu, fasilitas lain yang didapat adalah penyediaan kantin di beberapa pojok sekolah. Fasilitas tersebut disediakan oleh siswa maupun penjaga kantin SMA 7. Ada lagi fasilitas lain yang disediakan di sekolah ini, yaitu penyediaan loket informasi dan konsultasi sehingga siswa maupun orang tua siswa dapat mengkonsultasikan masalah pilihan sekolah dengan nilai yang sebanding dengan sekolah pilihan tersebut.

July 5, 2007: 2nd day PSB

pukul 11.15 waktu SMA 7, jumlah calon siswa yang sudah terdaftar disini adalah 145 siswa dengan perincian 43 siswa yang berasal dari luar kota Yogya, itu berarti tempat yang disediakan SMA 7 bagi casis (calon siswa) yang dari luar kota Yogya sudah habis.

Kami kembali melakukan wawancara kepada salah seorang casis bernama Hani (27,93) yang berasal dari SMPN 2 Jogja. Dia mengaku belum berani memasukkann formulir pendaftarannya ke SMA7 karena masih ragu-ragu dan menunggu kedatangan teman-temannya. Dia bersama kakaknya menuturkan bahwa sistem RTO banyak ruginya karena terus-terusan dilempar kalau tidak diterima di SMA pilihannya. Sedangkan bila menggunakan sistem biasa, bisa dengan cepat mencabut formulirnya dan segera pindah ke SMA lain. dia menjadikan SMA 7 sebagai pilihan pertamanya karena dia tertarik dengan ekskul bahasa Jepang yang ada di SMA 7. Menurutnya, fasilitas yang disediakan SMA 7 untuk RTO ini sangatlah memuaskan, karena jarang-jarang SMA lain menyediakan fasilitas seperti yang disediakan SMA 7.

July 5, 2007: Perjalanan PSB 2nd day at SMA N 7 Yogya

Sekarang hari kedua untuk PSB SMA/SMK. Pada pukul 9.00 sekarang di SMA N 7 Yogya sudah menampung 105 calon siswa SMA N 7 Yogya dengan nilai NEM tertinggi 29,00 dan terendah 21,20. Jumlah siswa yang mendaftar lebih sedikit dibandingkan dengan tahun kemarin. Menurut beberapa guru mengatakan bahwa sepinya pendaftaran dikarenakan kuota calon siswa baru yang  bersekolah di luar  kotamadya Yogyakarta maupun luar propinsi pada saat ini dibatasi sebanyak 20%.

July 4, 2007: Wawancara Dengan Petugas Sekolah

dsc02189.JPGMenurut Bapak Agus dari tahun kemarin itu pendaftar hari pertama menurun karena orang tua dan dari siswa sendiri masih merasa ragu-ragu untuk mendaftar. Sehingga orang tua dan siswa juga melihat - lihat dahulu untuk memantapkan pilihannya tersebut. Dan mungkin sekarang lebih sulit karena kuota dari luar provinsi itu dibatasi 20%. Karena itu yang mantap mendaftar di SMA - SMA pilihannya itu nilainya tinggi - tinggi, jadi untuk nilai yang bisa dibilang pas -passan itu harus bisa memilih dengan cermat dan harus mencari informasi yang update.

July 4, 2007: Informasi Lanjutan

dsc02166.JPGHingga saat ini, waktu menunjukkan pukul 13.30, di SMAN 7 PSB sementara sudah ditutup dilanjutkan hari kedua mulai pukul 08.00. SMA7 sendiri menyediakan area hotspot di Bangsal Wiyata Mandala guna menunjang kelancaran PSB ini. Saat ini yang mendaftar di SMA N 7 Yogyakarta sudah mencapai 81 siswa dari berbagai SMP, 22 siswa dari 81 siswa yang mendaftar itu dari luar Yogyakarta. Nilai tertinggi saat ini masih 29,00 dan terendah 21,20. Dari seluruh siswa yang mendaftar banyak memilih SMA N 7 Yogyakarta jadi pilihan pertamanya.

 

July 4, 2007: Pendapat Calon Siswa

dsc02196.JPGMenurut salah seorang calon siswa SMAN 7 Yogyakarta yang bernama Hafid Rifky(27,53) dengan adanya sistem RTO ini kita dapat lebih mudah untuk memantau nilai-nilai yang sudah masuk. Bagi Hafid, selama ini belum ada kendala dalam proses PSB dengan sistem RTO. Tetapi kendala bisa saja ditemui bagi masyarakat awam yang kurang begitu paham dengan cara online.

Dengan nilai 27,53 itulah alasan utama Hafid memilih SMAN 7 Yogyakarta sebagai pilihan pertamanya. Selain itu, persaingan di sekolah yang berbasis ICT ini tidak begitu ketat.

Jika dibandingkan dengan SMAN lain di Yogyakarta, fasilitas yang disediakan SMAN 7 Yogyakarta dapat dikatakan lebih lengkap. Sehingga, Hafid yakin dengan bersekolah di SMAN 7 Yogyakarta dia dapat meningkatkan hasil belajarnya dengan segala fasilitas yang ada.

 

 

July 4, 2007: Wawancara dengan para pendaftar

dsc02187.JPGKami menjumpai salah seorang alumni SMA 7 tahun 2005 yang sedang mengantarkan adiknya mendaftar di SMA 7. Adiknya bernama Cindy, dari SMP 2 Yogyakarta dengan NEM 26,93. Dia masih bingung apakah SMA 7 akan menjadi pilihan 1 atau tidak karena nilainya sangat mepet dengan NEM terendah SMA 7 tahun lalu.

Menurut salah seorang alumni tersebut, adiknya sangat ingin masuk SMA 7 karena mempunyai prestasi yang bagus dan sudah dikenal masyarakat dengan baik. Menurutnya sistem RTO yang diterapkan sangatlah baik dan menunjang kenyamanan karena bisa diakses kapan saja, dan dimana saja. Selain itu tidak ada manipulasi data, karena semua transparan. Sehingga benar-benar terjamin keaslian datanya.

edit2.jpgSelanjutnya, kami mewawancarai 2 orang sahabat, calon siswa SMA 7. Tia (27,13) dan Putri (27,27), mereka mengaku masih ragu-ragu untuk mendaftarkan diri di SMA 7. Mengingat nilai mereka juga sangat mepet dengan nem terendah tahun lalu. mereka masih menunggu kedatangan orangtua mereka guna meminta pertimbangan agar tidak salah pilih. mereka sangat ingin masuk SMA 7 karena menurut mereka pergaulan anak SMA 7 itu bagus dan sangat luas. mereka jauh lebih senang menggunakan sistem pendaftaran biasa karena tidak terlalu ribet dan kebanyakan prosedur.